Thursday, February 20, 2014
MENYELAMATKAN IBU DAN BAYI BARU LAHIR MENYONGSONG GENERASI BARU YANG BERKUALITAS
MENYELAMATKAN IBU DAN BAYI BARU LAHIR MENYONGSONG GENERASI BARU YANG BERKUALITAS
Oleh : dr. Widayanto, Mkes
DTL Program Emas Kab Brebes
Menurut SDKI tahun 2012 AKI ibu mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup, suatu kenyataan bahwa negeri Indonesia belumlah mampu melindungi Ibu yang sedang menyiapkan generasi baru yang negeri ini. Bila kehamilan dianggap sebagai suatu tahap awal membangun peradaban baru.
Peradaban baru hanya dapat tercipta kalau kita memang sejak awal menyiapkan generasi baru yang berkualitas. Generasi baru yang berkualitas dapat lahir dan dibentuk dengan persiapan yang matang dan berkualitas.
Artikel ini terdiri dari :
1. Persiapan Berkeluarga
2. Merencanakan anak
3. Kehamilan yang berkualitas
4. Persalinan aman
5. Bayi sehat dan sejahtera
6. Generasi baru
1. Persiapan berkeluarga:
Dalam budaya Jawa dan budaya nusantara umumnya, berkeluarga merupakan peristiwa yang sakral, yang perlu mendapat perhatian yang luar biasa dengan persiapan yang matang. Persiapan berkeluarga dimulai dari kesiapan calon suami dan calon istri, apakah keduanya sudah siap untuk berkeluarga?, arti siap disini adalah apakah keduanya sudah dewasa.
Dewasa disini bukan hanya dari segi umur bahwa yang bersangkutan sudah berumur lebih dari 21 tahun, tetapi dewasa di sini adalah selain dewasa menurut umur juga dewasa secara psikologis dan sosial, yaitu mampu dan mau bertanggung jawab terhadap keluarganya setelah terbentuk nanti.
Dalam memilih pasangan untuk jodohnya ada pedoman bagi budaya jawa yaitu 3 B: bibit, bobot dan bebet.
Bibit dalam pengertian memilih jodoh dari asal usul dari calon pasangan. Lebih dikaitkan dengan keturunan. Dari keluarga ninggrat atau tidak, berdarah biru, pejabat atau orang biasa saja. Lebih parah lagi dari keluarga penjahat, maling dll. Bibit juga dilihat dari fisik calon pasangan seperti cakep ganteng atletis seksi.
Bebet dipandang dari segi teman dan lingkungan pergaulan. Dengan siapa calon jodoh bergaul? Orang baik atau bukan? Apakah penjahat atau bajingan? Bergaul dengan teroris atau penjudi dll. Daerah kadang juga diperhatikan, lingkungan kumuh atau elit.
Bobot dipandang dari diri pribadi calon jodoh yang akan dipilih. Cakupan pribadi ini sangat luas. Sebagai contoh watak seseorang, kelakuan baik, kepintaran, jenjang pendidikan yang pernah selesaikan, kedudukan dan pangkat, kekayaan dan pendapatan, gaya hidup sehari-hari.
Sedangkan berdasarkan Agama Islam ada panduan:
“Pilihlah wanita yang akan dinikahi karena 4 perkara: Hartanya, derajatnya, kecantikannya atau krn agamanya. Utamakan agama maka kamu beruntung” (HR Bukhari - Muslim)
Kalau perhitungan dari segi ini telah memenuhi keinginan, hal berikutnya yang dilakukan adalah nontoni, artinya kesempatan melihat wajah si gadis. Apabila sudah terdapat kecocokan, keluarga pemuda mengirim utusan untuk mengajukan lamaran dan penyerahan paningset (tanda ikatan) berupa seperangkat pakaian terdiri atas kebaya/bahannya, kain batik, selendang, selop, dan juga perhiasan. Upacara memberikan paningset disebut srah-srahan.
Langkah berikutnya adalah menentukan hari baik dan bulan baik dan umumnya diserahkan kepada keluarga wanita karena sebagai penyelenggara upacara perkawinan. Selama menunggu upacara perkawinan, si gadis harus membatasi pergaulan dengan pria lain karena pada saat itu sudah dalam keadaan terikat. Tiga hari menjelang upacara perkawinan, keluarga calon pengantin pria datang ke rumah orang tua calon pengantin wanita untuk menyerahkan asak tukon (barang-barang keperluan peralatan perkawinan). Penyerahan asak tukon ini umumnya dilakukan bersama dengan upacara pasang tarub (tanda penutup halaman) untuk para undangan. Pemasangan tarub dimulai dengan memasang bleketepe, yakni semacam tirai terbuat dari anyaman daun kelapa. Yang memasang bleketepe harus orang tua dari keluarga pengantin wanita. Upacara pemasangan tarub hampir selalu dilakukan bersama dengan sesaji tulak udan (sesaji untuk menolak hujan). Sementara itu, si calon pengantin wanita sejak lima hari atau sepasar sebelum hari pernikahan sudah harus dipingit. Selama dipingit si gadis harus berpantang terhadap makanan tertentu. Gadis itu harus minum ramuan jamu-jamu khusus demi kebahagiaan pada malam pertamanya. Ia tidak boleh makan umbi mentah, pisang ambon, mentimun, dan mengurangi makan pedas.
Si gadis juga harus selalu mandi dengan lulur serta mangir agar kulitnya halus dan wangi. Selama lima hari dianjurkan agar tidak tidur sebelum pukul 12 malam dan harus bangun pagi sebelum ayam jantan berkokok. Semua dilakukan dalam rangka tirakat agar kelak hidupnya mendapat keberuntungan dan kemuliaan.
Sehari sebelum upacara perkawinan, pengantin wanita dimandikan dengan air bunga (upacara siraman). Untuk mengguyur air kembang ke kepala dan tubuh calon pengantin wanita, dipilih tujuh orang tua dari pihak keluarga wanita. Selama menjalani upacara adat siraman, calon pengantin itu memakai kain telesan yang dililitkan sampai sebatas dada. Malam harinya diselenggarakan upacara selamatan yang dihadapi oleh keluarga pihak wanita dan keluarga calon pengantin pria, juga tetangga terdekat. Dalam upacara selamatan tersebut calon pengantin wanita dirias oleh juru rias manten, yakni juru rias merangkap pimpinan upacara temu esok harinya. Selesai selamatan diadakan upacara midodareni, di mana calon pengantin putri sudah kelihatan cantik bagaikan bidadari, ia duduk sendirian di kursi pelaminan. Setelah upacara midodareni selesai pemuda dan kerabat calon pengantin wanita tetap tinggal untuk mengikuti acara lek-lekan yakni tidak tidur semalam suntuk dengan membuat hiasan-hiasan janur. Pada hari perkawinan pagi-pagi sekali calon pengantin wanita sudah harus mandi keramas dengan londo (air larutan merang dan jerami), sesudah itu rambut yang masih basah diberi wewangian, lalu diasapi dengan asap ratus (dupa wangi yang terdapat dari kemenyan dan serbuk kayu gaharu ditambah beberapa ramuan lain). Selanjutnya calon pengantin wanita dirias dengan diawali pemotongan rambut sinom (rambut tipis di dahi) beberapa saat sebelum ijab kabul dilaksanakan. Pengantin pria datang diiringi oleh kerabatnya, tetapi orang tuanya sendiri tidak boleh hadir. Orang tua pengantin pria baru boleh hadir kalau upacara ijab kabul dan temu selesai. Ini sebagai perlambang bahwa seorang pemuda yang berani menikah harus berani menikah sendiri tanpa ditunggui orang tuanya. Orang tua baru hadir setelah kedua pengantin didudukkan di pelaminan.
Upacara temu dilaksanakan di pintu masuk ruangan pelaminan. Sebelumnya kedua pengantin dibekali dengan sadak (gulungan daun sirih yang diikat dengan benang lawe). Sadak ini harus dilemparkan pada calon istri atau suami pada saat mereka ketemu dalam upacara panggih. Orang Jawa percaya, siapa yang paling dahulu melempar sadak akan dominan atau menang dalam kehidupan rumah tangganya. Kalau yang menang pengantin putri, anak sulung mereka mungkin sekali perempuan begitu pula sebaliknya. Pihak yang kalah selama hidup berumah tangga kelak akan selalu mengalah terhadap pasangannya.
Di pintu upacara panggih dipasang seuntai benang warna-warni yang disebut lawe. Pengantin pria harus memotong benang itu, lalu menginjakkan kaki kanannya ke sebuah telur ayam kampung sampai pecah dan pengantin putri berjongkok membasuhnya dengan air kembang. Ini adalah sebagai perlambang bakti istri dalam melayani suami. Sesudah itu, pengantin wanita berdiri mendampingi suaminya, tangan kanan pengantin wanita menggandeng tangan kiri pengantin pria. Saat itu pula ibu pengantin wanita menyelimuti punggung kedua pengantin dengan kain sindur atau selindur dan memegang erat sindur itu di bahu keduanya. Sementara itu, ayah pengantin wanita berdiri di depan ke dua pengantin. Tangan kanan pengantin pria dan tangan kanan pengantin wanita memegang ujung beskap sang bapak, kemudian melangkah perlahan dengan membimbing kedua pengantin menuju kursi pelaminan. Langkah-langkah mereka diiringi oleh gending Kodok Ngorek atau Monggang.
Setelah kedua pengantin duduk di pelaminan, barulah orang tua pengantin pria datang. Kedatangan orang tua pengantin pria ini disebut dengan besan mertui. Kedatangan mereka disambut kedua orang tua pengantin wanita dengan diiringi gending Kebo Giro, yakni lagu penghormatan bagi tamu agung. Setelah mereka duduk, dilakukan upacara sungkem dimulai dari kedua orang tua pengantin kemudian kerabat lainnya. Di kiri dan kanan kursi pelaminan diletakkan kembar mayang yang dibuat dari daun kelapa muda serta beberapa jenis buah-buahan. Ini perlambang kedua mempelai adalah jejaka dan gadis. Sebelum memasuki ke peraduan ayah pengantin wanita memberikan keris pertanda pengakuan sebagai anggota kerabat dari keluarga pihak wanita diberikan kepada pengantin pria. Keris yang dinamakan kancing gelung itu merupakan tanda ikatan batin antara mertua dan menantu, tetapi jika kelak terjadi perceraian si menantu berkewajiban mengembalikan keris itu kepada mertuanya.
Hari kelima setelah upacara perkawinan dilakukan upacara boyongan, pengantin pria membawa istrinya ke rumah orang tuanya. Sebelum boyongan dilaksanakan, pihak keluarga wanita membuat jenang sumsum yang harus dimakan semua orang yang ikut aktif dalam penyelenggaraan upacara itu. Menurut kepercayaan orang Jawa, jenang sumsum ini dapat menghilangkan rasa lelah dan letih akibat pekerjaan yang mereka lakukan. Sementara itu, di rumah orang tua pengantin pria diselenggarakan persiapan ngunduh mantu, suatu upacara yang mirip resepsi pengantin masa kini. Upacara ngunduh mantu tidak selengkap upacara perkawinan, karena tujuan utamanya hanyalah memperkenalkan kedua pengantin kepada pada tetangga di lingkungan pengantin pria.
Sedangkan secara resmi bagi yang akan menikah di KUA harus menyiapkan :
a. Foto Copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk calon Penganten (caten) masing-masing 1 (satu) lembar.
b. Surat pernyataan belum pernah menikah (masih gadis/jejaka) di atas segel/materai bernilai Rp.6000,- (enam ribu rupiah) diketahui RT, RW dan Lurah setempat. Contoh blanko surat pernyataan belum pernah menikah.
c. Surat Pengantar RT – RW setempat.
d. Foto copy piagam masuk Islam (jika mualaf).
e. Surat keterangan untuk nikah dari Kelurahan setempat yaitu Model N1, N2, N4, baik calon Suami maupun calon Istri.
f. Pas photo caten ukuran 2×3 masing-masing 4 (empat) lembar & ukuran 4×6 masing-masing 1 lembar (latar belakang warna biru), bagi anggota ABRI/TNI/POLRI harus berpakaian dinas.
g. Bagi yang berstatus duda/janda harus melampirkan Akta Cerai asli beserta salinan putusan berita acaranya dari Pengadilan Agama, kalau Duda/Janda mati harus ada surat kematian dan surat Model N6 dari Lurah setempat.
h. Harus ada izin/Dispensasi dari Pengadilan Agama bagi :
a. Caten Laki-laki yang umurnya kurang dari 19 tahun;
b. Caten Perempuan yang umurnya kurang dari 16 tahun;
c. Laki-laki yang mau berpoligami.
i. Ijin Orang Tua (Model N5) bagi caten yang umurnya kurang dari 21 Tahun baik caten laki-laki/perempuan.
j. Bagi caten yang akan menikah bukan di wilayahnya (ke Kecamatan/Kota lain) harus ada surat Rekomendasi Nikah dari KUA setempat.
k. Bagi anggota ABRI/TNI/POLRI dan Sipil ABRI/TNI/POLRI harus ada surat Izin Kawin dari Pejabat Atasan/Komandan.
l. Kedua caten mendaftarkan diri ke KUA tempat akan dilangsungkannya akad nikah sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hari kerja dari waktu melangsungkan Pernikahan. Apabila kurang dari 10 (sepuluh) hari kerja, harus melampirkan surat Dispensasi Nikah dari Camat setempat.
2. Merencanakan anak
Dalam setiap perkawinan, hal yang paling penting adalah disahkannya hubungan sex. Tujuan dari hubungan sex adalah untuk memperoleh keturunan, padahal hanya satu sperma yang akan menjadikan pembuahan dari jutaan sperma setiapkali ejakulasi, bila sudah terjadi pembuahan sperma yang lainnya akan terbuang, walau berkali-kali melakukan hubungan sex.
Adalah hal yang sangat penting untuk mengetahui dan memastikan saat hubungan sex yang tepat yang menghasilkan anak. Hal ini perlu dipersiapkan dengan matang, kondisi ibu dan dan suami dalam keadaan sehat dan fit.
Menurut ajaran agama Islam.
Sebagai salah tujuan dilaksanakannya nikah, hubungan intim –menurut Islam– termasuk salah satu ibadah yang sangat dianjurkan agama dan mengandung nilai pahala yang sangat besar. Karena jima’ dalam ikatan nikah adalah jalan halal yang disediakan Allah untuk melampiaskan hasrat biologis insani dan menyambung keturunan bani Adam.
Selain itu jima’ yang halal juga merupakan ibadah yang berpahala besar. Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)
Karena bertujuan mulia dan bernilai ibadah itu lah setiap hubungan seks dalam rumah tangga harus bertujuan dan dilakukan secara Islami, yakni sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan sunah Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.
Hubungan intim, menurut Ibnu Qayyim Al-Jauzi dalam Ath-Thibbun Nabawi (Pengobatan ala Nabi), sesuai dengan petunjuk Rasulullah memiliki tiga tujuan: 1. memelihara keturunan dan keberlangsungan umat manusia, 2. mengeluarkan cairan yang bila mendekam di dalam tubuh akan berbahaya, dan 3. meraih kenikmatan yang dianugerahkan Allah.
Sedangkan di antara manfaat bersetubuh dalam pernikahan, menurut Ibnu Qayyim, adalah terjaganya pandangan mata dan kesucian diri serta hati dari perbuatan haram. Jima’ juga bermanfaat terhadap kesehatan psikis pelakunya, melalui kenikmatan tiada tara yang dihasilkannya.
Puncak kenikmatan bersetubuh tersebut dinamakan orgasme atau faragh. Meski tidak semua hubungan seks pasti berujung faragh, tetapi upaya optimal pencapaian faragh yang adil hukumnya wajib. Yang dimaksud faraghj yang adil adalah orgasme yang bisa dirasakan oleh kedua belah pihak, yakni suami dan istri.
Mengapa wajib? Karena faragh bersama merupakan salah satu unsur penting dalam mencapai tujuan pernikahan yakni sakinah, mawaddah dan rahmah. Ketidakpuasan salah satu pihak dalam jima’, jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan mendatangkan madharat yang lebih besar, yakni perselingkuhan. Maka, sesuai dengan prinsip dasar islam, la dharara wa la dhirar (tidak berbahaya dan membahayakan), segala upaya mencegah hal-hal yang membahayakan pernikahan yang sah hukumnya juga wajib.
Namun, kepuasan yang wajib diupayakan dalam jima’ adalah kepuasan yang berada dalam batas kewajaran manusia, adat dan agama. Tidak dibenarkan menggunakan dalih meraih kepuasan untuk melakukan praktik-praktik seks menyimpang, seperti sodomi (liwath) yang secara medis telah terbukti berbahaya. Atau penggunaan kekerasaan dalam aktivitas seks (mashokisme), baik secara fisik maupun mental, yang belakangan kerap terjadi.
Maka, sesuai dengan kaidah ushul fiqih “ma la yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajibun” (sesuatu yang menjadi syarat kesempurnaan perkara wajib, hukumnya juga wajib), mengenal dan mempelajari unsur-unsur yang bisa mengantarkan jima’ kepada faragh juga hukumnya wajib.Bagi kaum laki-laki, tanda tercapainya faragh sangat jelas yakni ketika jima’ sudah mencapai fase ejakulasi atau keluar mani. Namun tidak demikian halnya dengan kaum hawa’ yang kebanyakan bertipe “terlambat panas”, atau –bahkan— tidak mudah panas. Untuk itulah diperlukan berbagai strategi mempercepatnya.
Dan, salah satu unsur terpenting dari strategi pencapaian faragh adalah pendahuluan atau pemanasan yang dalam bahasa asing disebut foreplay (isti’adah). Pemanasan yang cukup dan akurat, menurut para pakar seksologi, akan mempercepat wanita mencapai faragh.
Karena dianggap amat penting, pemanasan sebelum berjima’ juga diperintahkan Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. Beliau bersabda,
“Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR. At-Tirmidzi).
Ciuman dalam hadits diatas tentu saja dalam makna yang sebenarnya. Bahkan, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, diceritakan dalam Sunan Abu Dawud, mencium bibir Aisyah dan mengulum lidahnya. Dua hadits tersebut sekaligus mendudukan ciuman antar suami istri sebagai sebuah kesunahan sebelum berjima’.
Ketika Jabir menikahi seorang janda, Rasulullah bertanya kepadanya, “Mengapa engkau tidak menikahi seorang gadis sehingga kalian bisa saling bercanda ria? …yang dapat saling mengigit bibir denganmu.” HR. Bukhari (nomor 5079) dan Muslim (II:1087).
Karena itu, pasangan suami istri hendaknya sangat memperhatikan segala unsur yang menyempurnakan fase ciuman. Baik dengan menguasai tehnik dan trik berciuman yang baik, maupun kebersihan dan kesehatan organ tubuh yang akan dipakai berciuman. Karena bisa jadi, bukannya menaikkan suhu jima’, bau mulut yang tidak segar justru akan menurunkan semangat dan hasrat pasangan.
Sedangkan rayuan yang dimaksud di atas adalah semua ucapan yang dapat memikat pasangan, menambah kemesraan dan merangsang gairah berjima’. Dalam istilah fiqih kalimat-kalimat rayuan yang merangsang disebut rafats, yang tentu saja haram diucapkan kepada selain istrinya.
Selain ciuman dan rayuan, unsur penting lain dalam pemanasan adalah sentuhan mesra. Bagi pasangan suami istri, seluruh bagian tubuh adalah obyek yang halal untuk disentuh, termasuk kemaluan. Terlebih jika dimaksudkan sebagai penyemangat jima’. Demikian Ibnu Taymiyyah berpendapat.
Syaikh Nashirudin Al-Albani, mengutip perkataan Ibnu Urwah Al-Hanbali dalam kitabnya yang masih berbentuk manuskrip, Al-Kawakbu Ad-Durari:
“Diperbolehkan bagi suami istri untuk melihat dan meraba seluruh lekuk tubuh pasangannya, termasuk kemaluan. Karena kemaluan merupakan bagian tubuh yang boleh dinikmati dalam bercumbu, tentu boleh pula dilihat dan diraba. Diambil dari pandangan Imam Malik dan ulama lainnya.”
Berkat kebesaran Allah, setiap bagian tubuh manusia memiliki kepekaan dan rasa yang berbeda saat disentuh atau dipandangi. Maka, untuk menambah kualitas jima’, suami istri diperbolehkan pula menanggalkan seluruh pakaiannya. Dari Aisyah RA, ia menceritakan, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana…” (HR. Bukhari dan Muslim).
Untuk mendapatkan hasil sentuhan yang optimal, seyogyanya suami istri mengetahui dengan baik titik-titik yang mudah membangkitkan gairah pasangan masing-masing. Maka diperlukan sebuah komunikasi terbuka dan santai antara pasangan suami istri, untuk menemukan titik-titik tersebut, agar menghasilkan efek yang maksimal saat berjima’.
Diperbolehkan bagi pasangan suami istri yang tengah berjima’ untuk mendesah. Karena desahan adalah bagian dari meningkatkan gairah. Imam As-Suyuthi meriwayatkan, ada seorang qadhi yang menggauli istrinya. Tiba-tiba sang istri meliuk dan mendesah. Sang qadhi pun menegurnya. Namun tatkala keesokan harinya sang qadhi mendatangi istrinya ia justru berkata, “Lakukan seperti yang kemarin.”
Satu hal lagi yang menambah kenikmatan dalam hubungan intim suami istri, yaitu posisi bersetubuh. Kebetulan Islam sendiri memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada pemeluknya untuk mencoba berbagai variasi posisi dalam berhubungan seks. Satu-satunya ketentuan yang diatur syariat hanyalah, semua posisi seks itu tetap dilakukan pada satu jalan, yaitu farji. Bukan yang lainnya.
Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
“Istri-istrimu adalah tempat bercocok tanammu, datangilah ia dari arah manapun yang kalian kehendaki.” QS. Al-Baqarah (2:223).
Posisi Ijba’ ...
Menurut ahli tafsir, ayat ini turun sehubungan dengan kejadian di Madinah. Suatu ketika beberapa wanita Madinah yang menikah dengan kaum muhajirin mengadu kepada Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, karena suami-suami mereka ingin melakukan hubungan seks dalam posisi ijba’ atau tajbiyah. Ijba adalah posisi seks dimana lelaki mendatangi farji perempuan dari arah belakang. Yang menjadi persoalan, para wanita Madinah itu pernah mendengar perempuan-perempuan Yahudi mengatakan, barangsiapa yang berjima’ dengan cara ijba’ maka anaknya kelak akan bermata juling. Lalu turunlah ayat tersebut.
Terkait dengan ayat 233 Surah Al-Baqarah itu Imam Nawawi menjelaskan, “Ayat tersebut menunjukan diperbolehkannya menyetubuhi wanita dari depan atau belakang, dengan cara menindih atau bertelungkup. Adapun menyetubuhi melalui dubur tidak diperbolehkan, karena itu bukan lokasi bercocok tanam.” Bercocok tanam yang dimaksud adalah berketurunan.
Muhammad Syamsul Haqqil Azhim Abadi dalam ‘Aunul Ma’bud menambahkan, “Kata ladang (hartsun) yang disebut dalam Al-Quran menunjukkan, wanita boleh digauli dengan cara apapun : berbaring, berdiri atau duduk, dan menghadap atau membelakangi..”
Memperiapkan hubungan sex atau jima yang berkualitas merupakan hal yang penting dan wajib agar saat jima yang tepat untuk mendapatkan keturunan tepat terlaksana.
Alat kontrasepsi dan metode Keluarga Berencana dapat dipergunakan untuk memastikan kapan hubungan sex memang diperlukan agar tidak menghasilkan pembuahan.
Untuk mendapatkan kehamilan, diperlukan sebuah sperma yang berkualitas. Sperma tersebut harus mampu menembus suasana asam vagina dan masuk ke dalam rahim dan bertahan di saluran telur menunggu masa ovulasi dan membuahi sel telur yang lewat.
Untuk mendapatkan sperma yang berkulitas dan memperoleh kehamilan, seorang pria hendaknya melakukan gaya hidup sehat Makan makanan yang sehat yang memenuhi standar gizi empat sehat lima sempurna tiga kali sehari. Selain itu hendaknya juga melakukan olahraga selama 25 menit setiap harinya. Jauhi nikotin dan alkohol serta dianjurkan untuk minum air putih minimal delapan gelas sehari.
Satu hal yang mesti diketahui, sperma yang tidak berkualitas masih mempunyai kemungkinan untuk membuahi sel telur dan menimbulkan kehamilan, namun demikian hasilnya pembuahan tersebut akan berbeda dari hasil pembuahan yang terjadi dari pembuahan dengan sperma berkualitas. Bayi yang lahir dari sperma tidak berkualitas bisa saja memiliki kekurangan, seperti mengalami kecacatan atau mengidap penyakit bawaan.
Zat Gizi Untuk Mendapatkan Sperma Berkualitas.
Untuk menghasilkan sperma yang berkualitas dan mendapatkan kehamilan seorang pria perlu untuk memperhatikan pemenuhan gizi dari asupan makanan. Berikut adalah zat gizi dan sumbernya yang dapat meningkatkan kualitas air mani dan sperma :
Zinc (Zn) : terdapat pada daging, hati, kerang, telur, kacang-kacangan, dan serealia (beras dan gandum).
Kalsium: terdapat dalam susu dan olahannya; mentega, keju.
Kalium: terdapat dalam pisang, tomat, jeruk, melon, kentang, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau.
Natrium: ada pada garam dapur.
Vit A: bisa didapat dari hati, kuning telur, susu, wortel, daun singkong, daun pepaya, mangga masak pohon, pisang raja, tomat masak, semangka.
Vit C: bisa didapat dari jambu biji, jeruk, nanas, rambutan, pepaya, gandaria, dan tomat.
Vit E: bisa didapat dari sayuran dan buah-buahan, jagung, kacang kedelai, kacang tanah, kelapa.
3. Kehamilan berkualitas
Kehamilan yang berkualitas ditentukan oleh :
a. Bahwa kehamilan tersebut memang diinginkan, sehingga membuat ibu hamil berbahagia.
b. Dukungan suami, dan keluarganya.
c. Dukungan masyarakat
d. Kehamilan terpantau oleh petugas kesehatan yang terlatih.
“Ibu hamil yang bahagia akan melahirkan bayi yang bahagia, begitu sebaliknya ibu hamil yang stress akan melahirkan bayi yang kurang beres”.
a. Sudah menjadi resep dari zaman ke zaman bahwa generasi unggul bermula dari kepedulian terhadap bayi saat dalam kandungan
b. Ibu yang hamil dalam keadaan gembira melahirkan bayi dengan kualitas otak yang sempurna
c. Sebaliknya, ibu yang hamil dalam keadaan stress akan melahirkan bayi yang tidak beres
d. Tugas utama suami adalah menggembirakan istri di saat hamil. Disinilah peran ayah dimulai secara riil.
e. Masyarakat pun harus turut serta. Sebab kelak akan muncul ilmuwan hebat dari rahim ibu yang hamil gembira. Manfaatnya utk kita semua.
f. Jika masyarakat cuek bahkan zholim kpd ibu hamil, dampaknya di masa yang akan datang, generasi berkualitas pun menjadi nihil.
g. Jika tak mampu membuat ibu hamil gembira, setidaknya jangan buat ia berduka dan nelangsa.
h. Ibu hamil memang sangat sensitif. Tapi bagi suami yang hebat malah terlihat istri yang hamil makin seksi,
i. Jika ibu hamil nampak emosi, hibur ia dengan apapun yang ia suka selama tak bertentangan dengan agama.
j. Menggembirakan ibu hamil adalah bagian dari kontribusi kita menciptakan generasi istimewa. Kita pun kecipratan pahala.
k. Jika ibu hamil mengesalkan hati, bersabarlah. Ini proses yang tak lama. Bisa jadi ini pintu surga kita.
l. Jika bermasalah dengan ibu hamil, datangi suaminya. Selesaikan dengan bijaksana. Ibu hamil sudah cukup berat masalahnya dengan beban dalam rahimnya.
m. Hak ibu hamil apa saja? Alquran mencatat setidaknya ada 3 : makan yang enak, minum yang nikmat dan bersenang-senang ( Maryam : 26)
n. Dahulukan kebutuhan ibu hamil dalam banyak hal. Persilahkan ia duduk nyaman saat di bis penumpang banyak berjejal, dan sebagainya.
o. Persilahkan ibu hamil makan terlebih dahulu meskipun kita sama-sama lapar. Jika perlu beri jatah makanan yang kita punya demi senangkan hatinya.
Kehamilan yang berkualitas, bertujuan untuk melahirkan generasi baru yang berkualitas, dilahirkan oleh ibu hamil yang berbahagia dan sehat ditolong petugas kesehatan yang berkompeten.
Ibu hamil yang sehat minimal 4 kali selama kehamilannya periksa ke Petugas Kesehatan yang berkompeten (bidan), bila ada upaya yang perlu diperbaiki dalam kehamilannya maka dapat dikonsulkan ke dokter atau dokter spesialis kebidanan.
Dalam pemeriksaan selama kehamilan sudah didiskusikan antara Ibu hamil, suami, keluarga dan Petugas kesehatannya segala kemungkinan yang akan dihadapi oleh inu hamil yang tertera dan tercatat dalam “kartu Ibu”. Dalam program P4K.
Adalah suatu kegiatan di keluarga dan masyarakat yang difasilitasi oleh bidan dalam rangka meningkatkan peran aktif suami, keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya komplikasi pada saat hamil, bersalin dan nifas. Termasuk perencanaan menggunakan metode Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan dengan menggunakan stiker P4K sebagai media pencatatan sasaran dalam rangka meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan.
Kegiatannya:
a. Mendata seluruh ibu hamil
b. Memasang stiker P4K di setiap rumah ibu hamil
c. Membuat perencanaan persalinan (amanat persalinan) melalui penyiapan :
• Taksiran persalinan
• Penolong persalinan
• Tempat persalinan
• Pendamping persalinan
• Transportasi / Ambulan desa
• Calon pendonor darah
• Dana
• Penggunaan metode KB pasca persalinan
Kehamilan yang berkualitas sudah dapat diperkirakan waktu persalinan, cara persalinan, tempat persalinannya, dan yang paling penting tenaga penolong persalinannya sesuai dengan kompetensinya.
4. Persalinan aman
Persalinan akan terasa menyenangkan karena si kecil yang telah berada di perut sang bunda selama 9 bulan akan terlahir kedunia, disisi lain persalinan juga merupakan hal yang mendebarkan karena terbayang proses persalinan yang menyakitkan, perjuangan yang melelahkan dengan energi yang cukup banyak. Ada baiknya calon ibu mengetahui tips-tips sehat agar sang ibu selamat selama masa persalinan nanti, dan berikut ini merupakan tips sehat sebelum persalinan, sesaat persalinan dan setelah persalinan.
Persiapan Sebelum persalinan
Pada umumnya, sejak trimester ketiga, para ibu telah mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran si buah hati. Dengan demikian, penting bagi ibu untuk memelihara kebugaran tubuhnya dengan mencoba latihan ringan, seperti senam hamil. Berikut ini merupakan contoh-contoh latihan yang bisa dilakukan ibu hamil.
a. Posisi jongkok Ini adalah posisi yang dapat dicoba dalam persalinan karena akan memudahkan janin melewati jalan lahir. Latihan ini akan membuka rongga panggul ibu dan menegangkan daerah di antara anus dan vagina (perineum). Latihan ini akan memperkuat perineum dan mencegah bagian ini sobek saat ibu bersalin. Latihlah posisi ini setiap Hari selama beberapa menit.
b. Posisi bersila Ini adalah posisi duduk dengan menyilangkan kaki semampunya. Dengan mengambil posisi ini, otot-otot paha ibu akan menguat dan panggul menjadi lentur. Gunakan alat bantu, seperti bantal, sebagai alas atau bersandarlah pada tembok jika posisi ini sulit dilakukan. Saat menanti persalinan, ada baiknya juga ibu mengikuti kelas persiapan persalinan (umumnya pada kelas senam hamil) bersama suami. Peranan suami sangat besar bagi ibu hamil. Oleh karena itu, penting bagi suami untuk ikut memahami berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh ibu hamil sampai proses persalinannya. Selain itu, sang suami dapat membantu ibu yang sedang bersalin dengan memijat-mijat daerah punggungnya atau dengan membantu ibu mentukan posisi persalinan. Bahkan, walaupun suami hanya menjadi pendukung yang menemani, ia dapat membantu ibu merasa lebih rileks.
Selain latihan pasca persalinan, berikut ini beberapa tips untuk bunda hamil menjelang proses persalinan yang dapat dilakukan :
a. Persiapan psikologis dan fisik. Persiapan psikologis adalah hal yang paling pokok bagi seorang ibu hamil yang akan melahirkan. Apalagi pada seorang ibu muda yang akan melahirkan anak pertama. Persiapan mental juga merupakan faktor terpenting dalam mempersiapkan persalinan termasuk di dalamnya dukungan suami. Untuk persiapan fisik, istri anda jalan pagi hari dan latihan seperti beberapa point sebelumnya.
b. Persiapan medis Mengapa persiapan medis ini menjadi penting ?. Ibu hamil untuk periksa Hb, Gol darah dan tekanan darah serta pemeriksaan penunjang lainya. Hal ini penting untuk menjaga-jaga agar apabila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan dapat dilakukan tindakan cepat.
c. Persiapan teknis Ini lebih kepada dimana bunda akan melahirkan dan persiapan perlengkapan pasca persalinan, Untuk tempat persalinan tentunya banyak pilihan diantaranya, Dirumah kah ? puskesmas ? atau di rumah sakit?. Dengan melihat kondisi ibu hamil pada waktu menjelang persalinan. bukan tidak mungkin, pada pemeriksaan akhir menjelang persalinan, ibu hamil dinyatakan oleh dokter terdapat kendala pada letak janin dan memerlukan operasi, lantas kita melahirkan dirumah??. Sebaiknya melahirkan difasilitas kesehatan, bila ada sesuatu dapat dilakukan segera.
Persalinan
Detik-detik persalinan merupakan hal yang paling dinanti sekaligus mendebarkan untuk Ibu hamil, suami dan keluarga. Berikut ini beberapa tips singkat saat persalinan/melahirkan yang akan saya urutkan dalam beberapa point berikut.
a. Bismillah, dan berdoalah kepada tuhan atas apapun yang terjadi. Berdo’alah agar.
b. Nikmati kontraksi, jangan menahan rasa sakit sa’at melahirkan, biarkan ia datang. Karena kontraksi terjadi untuk membantu rahim mengeluarkan bayi lewat jalan lahir.
c. Jangan berteriak-teriak, karena selain mengganggu oranglain (berisik) juga menghabiskan energi. Simpan energinya untuk mengedan nanti.
d. Atur nafas. Ketika kontraksi datang bernafaslah secara perlahan dan pendek. Setelah kontraksi lewat, tarik napas panjang dan hembuskan haaaaaaaaaaaah… seperti rasa lega, anda harus istirahat sejenak di jeda waktu ini, riileeeeks, lalu kembali ulang napas pendek jika kontraksi datang, begitu seterusnya hingga sensasi ingin ngeden datang.
e. Jika terasa keinginan seperti ingin buang air besar datang, katakan segera pada bidan atau dokter disana, beliau akan mengecek jalan lahir bayi, jika sudah sempurna mereka akan ijinkan anda mengedan. Dan mengedanlah, seperti orang mengedan buang air besar. Jangan angkat pantat, pantat tetap di tempat tidur, dan fokus ke bagian bawah.
f. Jika bayi sudah keluar bidan atau dokter akan meminta anda mengedan sekali lagi untuk mengeluarkan plasenta atau ari-ari bayi. Keluarkan sekali lagi dengan nyaman.
g. Bayi setelah keluar segera diberikan pada Ibu untuk disusui.
h. Bila terjadi perlukaan pada jalan lahir maka akan dilakukan penjahitan.
i. Setelah selesai semua, dokter keluar ruangan dan anda dipantau selama dua jam di ruang bersalin, dilihat apakah terjadi pendarahan pasca melahirkan atau tidak, jika tidak ada pendarahan maka anda akan dibawa ke ruang inap.
Pasca Persalinan
Tugas Ibu setelah melahirkan yang paling penting adalah Istrihat. Ibu pasti sangat lelah pada beberapa jam setelah melahirkan, disarankan tidur sebanyak 8 jam setelah melahirkan. Tidur disarankan juga dengan bantal yang menunjang kepala lebih tinggi dari badan agar aliran darah lancar. Setelah lebih dari 8 jam disarankan ibu melakukan mobilisasi atau bergerak, bangun dari tempat tidur dan berjalan sebentar di kamar agar aliran darah mengalir lancar keseluruh tubuh. Selain hal itu, berikut ini beberapa tips yang bisa ibu lakukan pasca persalinan.
a. Ibu harus bisa mengeluarkan air seni (kencing), 8 jam setelah melahirkan. Keluarnya air kencing, menyatakan anda sehat dan normal, untuk BAB biasanya belum akan terjadi setelah beberapa hari.
b. Ibu akan merasakan sensasi nyeri di vagina, dan tulang ekor. Nyeri ini biasanya akibat adanya jahitan, dan nyeri pada tulang ekor karena proses mengedan. Semua rasa nyeri ini akan hilang dalam beberapa hari, dokter juga biasanya memberikan obat penghilang rasa nyeri untuk kurang lebih satu minggu. Jadi, konsumsi obat tersebut sesuai anjuran dokter.
c. Darah Nifas yang keluar setelah melahirkan berbeda2 waktunya setiap orang, ada yang seminggu setelah melahirkan sudah bersih, ada dua sampai empat minggu. Jadi anda jangan khawatir.
d. Jika anda mendapat jahitan dari dokter, jangan mengedan terlalu keras saat buang air besar. Biasanya dokter akan memberikan pelunak feses untuk satu minggu, jika tidak mungkin jahitan anda tidak terlalu panjang jadi tidak terlalu masalah. Umumnya jahitan akan menyatu dengan daging dan jaringan baru terbentuk baik setelah 5-7 hari, dan sempurna setelah 2 minggu. Jika anda mengalami konstipasi (sulit BAB) pada waktu ini, segera hubungi dokter anda, dan atur pola makan dengan makanan yang banyak serat, banyak minum dan makan buah-buahan berair.
5. Bayi sehat dan sejahtera
Pelajaran pertama Bayi setelah lahir adalah bayi mencari sendiri dimana puting susu ibunya, segera menyusui setelah Bayi Lahir atau IMD (inisiasi menyusui dini) sangat penting untuk memberikan kekebalan tubuh bayi dan meningkatkan kecerdasannya dengan menumbuhkan semangat berjuang.
Setelah itu dilakukan azan dan iqomat.
Abu Rafi’ telah berkata, “Aku melihat Rasulullah Saw. menyerukan adzan di telinga Al-Hasan bin Ali saat baru dilahirkan oleh ibunya, Fathimah.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).
“Rasulullah Saw. membaca adzan di telinga Al-Hasan (cucunya) ketika Fathimah melahirkannya.” (HR Tirmidzi; hadis ini hasan sahih).
Ibnu Abbas telah berkata, “Sesungguhnya Nabi Saw. mengadzankan Al-Hasan bin Ali di telinganya pada hari kelahirannya. Beliau adzan di telinga kanannya dan iqamah di telinga kirinya.” (HR Baihaqi).
Hal yang kerap dilakukan bayi adalah menangis di minggu-minggu pertama kehidupannya. Menangis adalah sarana baginya untuk berkomunikasi. Dengan mengamati perilakunya, Anda sebenarnya bisa memahami makna tangisan si kecil, sekaligus bagaimana menanganinya.
a. Lapar. Bayi yang menangis karena lapar sangat mudah ditebak. Ia akan menangis sebentar lalu menangis lagi dengan berulang dan sama waktunya. Saat Anda menggendong dan mengusapkan jari ke mulutnya, ia memberi reaksi ingin mengisap. Segera susui sampai ia merasa kenyang.
b. Buang air. Popok yang basah bisa membuat bayi merasa tidak nyaman. Ia biasanya menangis perlahan dan akan semakin keras jika tidak segera diganti popoknya. Ganti secepatnya dengan popok yang bersih, bukan hanya untuk kenyamanan tapi juga kesehatannya.
c. Kepanasan atau kedinginan. Bayi yang baru lahir senang dibungkus (dibedong) karena memberinya rasa nyaman dan hangat. Tapi ada kalanya ia merasa tak nyaman jika pakaian yang membungkusnya terlalu tebal dan tidak menyerap keringat sehingga ia menangis.
d. Kolik. Jika bayi Anda menangis tanpa henti dalam waktu lama di sore hingga malam hari, bisa jadi ia mengalami kolik yang biasanya muncul sebelum bayi berusia 2 minggu dimana sekitar 10% bayi mengalaminya. Penyebabnya beragam, kemungkinan karena masalah di saluran pencernaan yang belum sempurna atau kembung di perut akibat gas yang berlebihan. Tetap susui ia dan tenangkan tangisannya dengan membawanya keluar kamar atau menimang-nimang di teras untuk sekedar mengganti suasana.
e. Sakit. Jeritan tangis yang melengking dan berkepanjangan (tidak mau berhenti meski Anda susui atau timang-timang), disertai gerakan seperti menggeliat-geliat menandakan ada yang salah pada dirinya. Coba raba bagian demi bagian tubuhnya, jika saat Anda pegang dan gerakkan ia menangis, bisa jadi bagian tubuh itu yang sakit. Segera hubungi dokter Anda.
Menyusui dengan Sempurna
Sistim kekebalan bayi di tahun pertama belum sempurna. ASI memberi komposisi nutrisi yang paling sempurna untuk pertumbuhannya, mencegah penyakit hingga kematian bayi.
a. Saat yang tepat. Bayi baru lahir harus sesegera mungkin disusui. Sesaat setelah melahirkan, payudara Anda akan menghasilkan kolstrum yang sangat berguna untuk daya tahan tubuhnya. Idealnya, dalam ½ hingga 1 jam setelah Anda melahirkan, bayi harus disusui. Bicarakan pada dokter dan pihak rumah sakit untuk membantu Anda melakukan inisiasi dini ASI (menyusui bayi begitu ia lahir sebelum bayi maupun ibu dipindahkan ke kamar perawatan) di ruang persalinan.
b. Jadwal menyusu. Jangan memberi jadwal untuk bayi menyusu. Yang benar adalah memberinya ASI kapan saja ia inginkan. Namun, bayi baru lahir juga kerap tidur sangat lelap dan panjang. Perlu Anda ingat bahwa ia tetap membutuhkan ASI untuk pertumbuhannya. Bangunkan bayi setiap 1,5 – 2 jam dan coba susui.
c. Teknik menyusui. Mulut bayi harus terbuka lebar dan mencakupi sebagian besar areola, bukan sekedar menggantung di puting. Bibir atas dan bawah membuka ke luar, dagu menempel pada payudara dan pipi tampak penuh. Susui bayi lebih sering di malam hari karena itu saat hormon prolaktin (hormon penghasil ASI) lebih banyak diproduksi, sehingga ASI lebih banyak dihasilkan.
d. Menyusui dengan kedua payudara. Di dalam ASI ada zat inhibitor yang bisa mencegah sel-sel penghasil susu bekerja. Fungsinya untuk mencegah pembengkakan payudara atau bila ibu kehilangan bayi (meninggal). Bila payudara dikosongkan, zat inhibitor akan keluar bersama ASI sehingga sel-sel penghasil susu akan kembali bekerja. Karena itu agar bisa terus menghasilkan ASI, susui bayi setidaknya selama 15 menit pada satu sisi payudara sampai kosong sebelum Anda menggantinya pada sisi payudara yang lain.
Menggendong & Menggangkat Bayi
Menggendong bayi memberi rasa aman dan membentuk ikatan emosional antara Anda dan bayi, tapi menggendong bayi tidak bisa dilakukan sembarangan, ada teknik yang harus dipelajari.
a. Mengangkat bayi. Selipkan satu lengan di bawah kepala dan lengan lainnya menyangga pantat. Angkat dengan perlahan dan lembut lalu dekatkan ke dada. Pastikan bahwa posisi kepalanya lebih tinggi dibanding bagian tubuh bawah. Sanggalah lehernya dengan benar karana otot-otot leher bayi belum bisa menyangga kepalanya dengan baik.
b. Menggendong di lengan. Ini adalah posisi yang paling umum dilakukan untuk menggendong bayi yang baru lahir. Posisi kepala bayi berada di atas siku lengan dan lengan satunya menopang seluruh tubuh.
c. Mendekap bayi. Bayi merasa nyaman jika mendengar detak jantung orang yang mendekapnya. Posisikan bayi berdiri dengan wajah menghadap ke dada Anda. Gunakan satu tangan untuk menahan pantat dan tangan lain untuk menahan lehernya.
Membersihkan & Memandikan Bayi
Sebenarnya, tidak sulit memandikan dan membersihkan bayi, bahkan bisa menjadi aktivitas yang mengasyikkan bagi ibu dan bayi.
a. Tali pusar. Tali pusar harus tetap kering agar terhindar dari infeksi. Setiap mengganti popok, bersihkan tali pusar dengan membungkusnya (jangan terlalu ketat) menggunakan kain kasa steril yang sudah dibasahi alkohol 70% secara hati-hati. Bila pangkal tali pusarnya bernanah atau mengeluarkan darah, segera konsultasikan dengan dokter.
b. Mata. Basahi kapas dengan air hangat yang steril, lalu bersihkan sekeliling mata bayi. Usap bagian dalam ke bagian luar sudut mata. Gunakan kapas baru untuk membersihkan mata lainnya.
c. Telinga. Jangan mengorek, menarik atau mengulas bagian dalam telinga bayi. Ini bukan hanya bisa melukai gendang telinganya tapi juga bisa mendorong kotoran telinga lebih dalam dan menyebabkan infeksi. Cukup bersihkan bagian luar dan pintu masuk lubang telinga dengan kapas yang telah dibasahi.
d. Kelamin bayi laki-laki. Tarik dengan sangat lembut dan perlahan kulit penis sehingga tutup kepala penis tersingkap dan kotoran mudah dibersihkan dengan menggunakan kapas basah. Kotoran yang tidak dibersihkan, mudah menimbulkan infeksi atau sumbatan saluran kemih.
e. Kelamin bayi perempuan. Pegang dua pergelangan kakinya dengan satu tangan dan angkat perlahan hingga kelaminnya terlihat. Dengan kapas, usap bagian bibir luar kelamin. Ingat! Usaplah bibir kelamin ke arah anus dan bukan sebaliknya. Salah mengusap sering mengakibatkan kotoran masuk ke kelamin dan menimbulkan infeksi.
f. Peralatan mandi. Pilih sabun mandi yang tidak mengiritasi kulit, berbau lembut, tidak berwarna dan memiliki pH 5-7. Gunakan sampo khusus bayi yang tidak pedih di mata dan rendah kandungan alkoholnya. Jangan membubuhkan bedak pada kelamin bayi karena bisa menimbulkan infeksi. Cukup pada daerah lipatan seperti paha, ketiak dan punggung, serta pastikan dalam keadaan kering untuk mencegah timbulnya iritasi.
g. Memandikan bayi. Untuk bayi baru lahir, sabuni dulu seluruh tubuhnya dengan waslap secara perlahan baru kemudian memberi sampo pada kepalanya agar ia tidak cepat kedinginan. Setelah itu, baru rendam tubuhnya di bak mandi bayi dan bilas hingga bersih. Saat memegang, pastikan satu tangan menyangga penuh leher hingga bagian lengan bayi untuk mencegahnya tercebur. Segera keringkan dengan handuk yang lembut, bukan dengan mengusap-usap melainkan dengan menekan handuk perlahan.
Mengatasi Keadaan Darurat
Keadaan darurat bisa menimpa kapan saja. Yang penting Anda tetap tenang dan memiliki langkah pencegahan yang tepat.
a. Demam. Bayi demam jika suhu tubuhnya di atas 37,7° C. Beri asetaminofen untuk bayi (yang sudah Anda konsultasikan dengan dokter) dan tunggu 30 – 45 menit untuk melihat apakah obatnya bekerja. Longgarkan pakaiannya dan tempelkan spons berisi air bukan pada dahi melainkan di ketiak, kaki dan badannya. Susui sesering dan sebanyak mungkin, jika dalam 24 jam tidak kunjung reda, bawa ke dokter.
b. Batuk. Susui bayi agar lendir kental di saluran napasnya mencair. Beri minyak telon hangat ke dada dan leher untuk melegakan pernapasan. Singkirkan perangsang batuk seperti bau obat nyamuk atau matikan AC. Untuk bayi dibawah usia 3 bulan, jangan memberinya obat batuk apapun kecuali atas petunjuk dokter.
c. Diare. Pada bulan-bulan pertama, bayi bisa buang air besar hingga 8 sampai 10 kali dalam satu hari karena tubuhnya sedang beradaptasi dan pencernaannya belum sempurna. Tapi jika BABnya lebih banyak dari biasa dengan warna dan bau yang tidak normal, terus berikan ASI agar bayi tidak dehidrasi dan segera hubungi dokter anak.
d. Jatuh. Perlahan, periksa seluruh tubuh bayi untuk melihat apakah ada perubahan warna kulit, pembengkakan, atau gangguan fungsi anggota badan. Gerakkan semua anggota badan secara pelan dan perhatikan reaksinya. Jika bayi tidak sadarkan diri, segera bawa ke UGD.
e. Tersedak. Telungkupkan tubuh bayi dan tepuk-tepuk pundaknya agar benda asing yang berada di saluran pernapasannya keluar. Segera bawa ke UGD jika ia kesulitan bernapas.
Kemampuan Bayi
Meski ia baru lahir ke dunia, jangan kira ia tidak bisa mengerti dan memahami Anda. Dengan caranya yang sederhana, ia mampu mengamati, menyerap dan melihat dunia.
a. Pendengaran. Bahkan saat di kandungan, bayi sudah bisa mendengar suara yang ada di luar rahim. Saat dilahirkan, ia akan mengenali suara-suara yang sering ia dengar, yaitu suara Anda, ibunya. Jika bayi sulit tidur, coba setel radio, kipas angin atau bahkan penyedot debu. Suara bising yang teratur ini justru akan mengingatkannya dengan suara menderu perlahan di dalam kandungan, dan ia justru menjadi lebih tenang.
b. Penglihatan. Bayi baru lahir hanya bisa melihat dengan jarak pandang sekitar 30cm. Tapi ini sudah cukup untuk ia mengamati wajah ibu dengan jelas saat Anda menyusuinya. Karena ia belum bisa memfokuskan penglihatannya, jangan menggantung mainan di atas kepalanya, setidaknya hingga ia berusia 2 bulan.
c. Indera perasa. Janin ikut merasakan apa yang Anda minum dan makan melalui cairan ketuban. Bahkan setelah ia lahir, ia bisa merasakan berbagai rasa makanan melalui ASI yang Anda berikan. Sebaiknya, Anda hanya memberinya ASI atau susu formula sampai ia berusia 6 bulan sebelum memperkenalkannya dengan makanan padat.
d. Indera peraba. Ini adalah indera yang paling kuat untuk membentuk ikatan emosional Anda dengan bayi. Sering-seringlah memeluk dan menggendongnya. Jangan takut, ia tidak akan ”bau tangan” dan selalu minta digendong, karena penelitian terbaru menunjukkan bahwa bayi yang sering dibelai dan dipeluk justru tidak serewel bayi yang jarang dipeluk.
e. Penciuman. Tahukah Anda bahwa indera penciuman bayi lebih baik dari penciuman Anda? Bahkan sebelum ia berusia genap satu minggu, ia sudah bisa mengenalia aroma unik yang dikeluarkan ASI.
f. Bermain. Meski ia belum bisa berbicara, sering-seringlah mengajaknya berbicara dan tataplah matanya. Ceritakan kisah lucu dan menyanyilah dengan riang. Bayi paling senang mendengar suara-suara lucu yang Anda keluarkan saat berbicara dengannya. Berinteraksi dengan bayi akan membantu mengoptimalkan kecerdasan dan merupakan langkah awal untuk pembentukan pribadinya.
6. Generasi baru yang berkualitas.
Gerakan penyelamatan ibu dan bayi baru lahir adalah suatu kegiatan bersama pemerintah dan masyarakat untuk menurunkan angka kematian ibu dan menurunkan angka kematian bayi. Gerakan Penyelamatan Ibu yang paling penting adalah menyelamatkan Ibu seoptimal mungkin agar tercapai generasi baru yang berkualitas.
Dengan kualitas kehidupan ibu yang lebih baik dan kehamilan yang diinginkan membuatnya bahagia akan dilahirkan generasi baru yang berkualitas.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment